Suasana pagi itu sangat sejuk sekali. Berbeda dengan suasana di dalam pabrik. Dan kalendarpun menunjukkan bahwa hari itu hari Selasa. Yap, saatnya choree bersama satu Workshop Department, department tempat aku bernaung.
Pagi itu managerku bercerita tentang sebuah kapal yang terombang ambing di tengah lautan. Kapal itu rusak di bagian machinenya. Seluruh ABK dikerahkan untuk mereparasi machine tersebut. Namun, tak ada satupun yang mampu memperbaikinya. Sang komandopun akhirnya berinisiatif menghubungi pelabuhan terdekat untuk mengutus ahli machine datang. Singkat saja, sang ahli machine tersebut datang menggunakan kapal yang lebih kecil. Sang komandopun bercerita mengenai problem yang dihadapinya. Kemudian, ahli machine tersebut memperbaiki machine tersebut. Dalam waktu yang singkat dia berhasil memperbaiki machine tersebut. Dia hanya memukulkan tongkat besi ke machine tersebut. Sang komandopun lantas bertanya kepada dia.
“Hei, berapah upah yang harus saya bayar?”
Ahli machinepun menjawab
“100 koin emas”
Sang komando kontan saja terkejut.
“Mahal sekali ongkosnya, padahal kau hanya memukulkan tongkat besi ke machine”
Ahli machine kemudian menjawab dengan lantang
“Sebenarnya upah memperbaiki machinemu ini murah, hanya 1 koin emas. Namun, yang 99 koin emas itu untuk membayar ILMU”
Dari cerita managerku di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa begitu berharganya ILMU. Managerku berpesan, carilah ilmu sebanyak banyaknya.
“Kembangkan potensi yang ada pada dirimu, Feb. Banyak yang kau bisa pelajari mumpung kau masih muda. Carilah masalah, dengan masalah kaupun akan menjadi berkembang” , begitulah pesan managerku padaku.
Hal ini juga sesuai dengan ilmu yang aku peroleh di pelajaran Agama Islam. “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.”
FK 090312
Tergencet oleh kemiskinan, pola pikir masyarakat umum seringkali cenderung pesimis. “Bagaimana mungkin anak orang miskin bisa sukses? bisa pintar?” Dunia seakan gelap bagi orang miskin.Tak heran jika jutaan orang miskin memaki maki dan menuduh Tuhan tidak adil. Mudah marah dan akhirnya menjadi kafir.
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah 5-6).
Selama bersama Allah, yakinlah seyakin yakinnya bahwa tak ada masalah yang tak terselesaikan. Semua itu hanya setitik kesuliatn dibanding rahmat Allah yang tiada terhingga.
Mama thank you for who I am, thank you for all the things I’m not
Forgive me for the words unsaid for the times I forgot
Mama remember all my life you showed me love, you sacrificed
Think of those young and early days how I’ve changed along the way
(Along the way)
And I know you believed and I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, yeah I miss you
Mama forgive the times you cried, forgive me for not making right
All of the storms I may have caused and I’ve been wrong dry your eyes
Dry your eyes
‘Cause I know you believed and I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, I miss you
Mama I hope this makes you smile, I hope you’re happy with my life
At peace with every choice I made how I’ve changed along the way
‘Cause I know you believed in all of my dreams
And I owe it all to you , mama